Minggu, 25 September 2016

PROSES PUBLIC RELATIONS Part I


4 LANGKAH PROSES PR
1.       Definisi Permasalahan; apa yang terjadi sekarang? (Analisis Situasi)
·         Praktisi PR harus dapat mengenal simtom dan penyebab.
·         Praktisi PR perlu melibatkan diri dalam penelitian dan pengumpulan fakta.
·         Praktisi PR perlu memantau dan membaca terus pengertian, opini, sikap, dan perilaku mereka yang berkepentingan dan terpengaruh oleh sikap dan tindakan suatu lembaga.

2.       Perencanaan dan Program; apa yang harus kita lakukan, katakan dan mengapa alasannya? (Strategi)
·         Praktisi PR sudah menemukan penyebab dan sudah siap dengan langkah-langkah pemecahan dan pencegahan.
·         Dirumuskan dalam bentuk rencana dan program termasuk anggaran.
·         Kesepakatan bersama dan mendapat dukungan penuh.

3.       Aksi dan Komunikasi; bagaimana dan kapan kita bertindak dan mengatakan hal tersebut (Implementasi)
·         Harus dikaitkan dengan objective/goal yang spesifik.

4.       Evaluasi Program; bagaimana kita telah melakukannya (Evaluasi)
·         Pengukuran atas hasil tindakan di masa lalu.
Mendefinisikan Masalah: Riset
Ø  Pengumpulan Fakta
ü  Riset (desain; pengumpulan data primer, pengolahan data dan perumusan data): sampel yang diambil; jenis penelitian; lokasi responden; lamanya penelitian
ü  Data-data sekunder
ü  Content analysis. Analisis berita dari media-media utama.
ü  Clipping service. Berita yang dianalisis disebar kepada eksekutifyang berkepentingan dan dimintai komentar. Berita-berita tertentu perlu diumumkan kepada karyawan.
ü  Survei. Praktisi PR melakukan kunjungan.
ü  Konsultasi. Jasa konsultan. Second opinion. Obyektif.
ü  Pengumpulan fakta dari para pemimpin opini.
ü  Buka telinga. Membentuk acara-acara khusus yang memberi kesempatan kepada pihak tertentu untuk memberi masukan.

Ø  Penelitian
ü  Dibutuhkan untuk mendapatkan fakta atas simtom masalah dan untuk melakukan evaluasi.
ü  Prelimenary survey: fakta yang masih harus diuji kebenarannya.

1.       Penelitian Informal
§  Praktisi PR harus mengumpulkan fakta sebanyak-banyaknya terutama yang menyangkut opini dan sikap karyawan terhadap pekerjaan.
§  Digunakan untuk mengetahui masalah-masalah dalam perusahaan dan hubungan unsur-unsur lain di luar perusahaan.
§  Data lapangan. Data primer.
§  Penelitian ini dilakukan atas pertimbangan:
a.       Anggaran PR yang belum memadai.
b.      Mencegah timbulnya keresahan bila perusahaan melakukan pemeriksaan secara formal.
o   Teknik Riset Informal
v  Menyimpan dokumen/database.
v  Kontak utama. Opinion leaders dalam komunitas, industri atau organisasi.
v  Komite khusus. Kelompok penasihat.
v  Kelompok fokus. Sejumlah kecil orang yang memiliki karakteristik demografis yang berdekatan.
v  Pemantauan informal. Memonitor laporan berita, baik cetak, elektronik maupun internet. Pengecekan surat masuk, telepon dan laporan penjualan.
v  Internet, Perpustakaan, dan Sumber Database.
2.       Penelitian Sekunder
§  Data yang telah dikumpulkan dan diolah oleh pihak ketiga.
§  Data-data yang dipublikasikan dan perpustakaan.
§  Praktisi PR harus membiasakan diri melakukan skimming atas berita-berita pokok dan membaca secara intensif artikel yang ada kaitannya dengan suatu lembaga.
3.       Penelitian Formal
§  Biasanya menggunakan jasa riset dan perusahaan konsultan lain.
§  Wawancara mendalam; FGD atau penelitian statistik.
§  Alasannya:
A.      Memerlukan keahlian profesional yang membutuhkan ketekunan dan pengalaman.
B.      Memerlukan obyektifitas.
C.      Menyita bayak waktu.
o   Teknik Riset Ilmiah/Formal
v  Analisis Isi. Menghitung verbal content dari pesan tertulis/lisan yang sudah ditranskripsikan. Kiping berita; chatroom; laporan tahunan dan publikasi lain dari pesaing.
v  Riset survei. Pengujian secara hati-hati dan terperinci terhadap pengetahuan, persepsi, sikap dan opini dari anggota masyarakat yang beragam. Data demografis dan data opini.
v  Riset Eksperimental.
A.      Eksperimental laboratorium
B.      Eksperimental lapangan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar